Kiki, A. (2015). Konflik Batin Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Atas Nama Malam Karya Seno Gumira Ajidarma. Skripsi S1. STKIP PGRI Sumbar. Mustika, (2014). Eksistensi Pelacur dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Tesis S2. UGM. Norris, Christopher. (2006). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Yogyakarta: ArRuzz Media.
Sebagai lokus penolakan terhadap imperial, kajian nasionalisme dalam karya sastra nyaris selalu dioposisikan dengan kolonialisme semata. Untuk mengisi celah kajian yang ada sebelumnya, penulis akan mengkaji cerpen Mayat yang Mengambang di Danau karya Seno Gumira Ajidarma dengan tak hanya menghadapkan wacana nasionalisme pada kolonialisme, namun juga pada wacana lain yakni segregasi dan
Cerpen Kompas 2006. Kira-kira sepuluh hari sebelum Lebaran tiba, gerobak-gerobak berwarna putih itu akan muncul di berbagai sudut kota kami, seperti selalu terjadi dalam bulan puasa tahun-tahun belakangan ini. Gerobak itu tidak ada bedanya dengan gerobak pemulung, atau bahkan gerobak sampah lainnya, dengan roda karet dan pegangan kayu untuk
Redaksi historis tersebut hadir dalam bentuk cerpen yang berjudul “Clara” karya sastrawan kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma (SGA). Isu-isu konflik 98 adalah topik yang melegenda dan monumental dalam iklim sastra Indonesia, khususnya oleh para sastrawan yang mengalami secara langsung di era tersebut.
Kehidupan pribadi Seno Gumira Ajidarma tentu tak boleh dilewatkan jika kita membahas mengenai biografi dirinya. Sosok sastrawan yang satu ini merupakan putra dari pasangan Prof. Dr. M.S.A. Sastroamidjojo dan dr. Poestika Kusuma Sujana. Ia lahir di Boston, Amerika Serikat pada 19 Juni 1958.
Rj9X.
cerpen macan karya seno gumira ajidarma